Cannabutter

“Dari Alas Ke Alas Meja: Mentega Sakti Daun Jinawi Masuk Panci”

Cannabutter adalah mentega yang diinfus dengan cannabis, sering digunakan sebagai bahan dasar aneka olahan edibles: Brownies, Cookies, Pasta, hingga Saus. Dengan teknik sous vide, proses ini menjadi lebih presisi, aromanya tidak menyebar, serta menjaga potensi THC dan CBD tetap maksimal.

Alat yang dipersiapkan:

+Mesin sous vide

+Panci berisi air

+Kantong vakum atau ziplock tebal

+Penjepit untuk menahan kantong supaya tidak mengapung

+Saringan halus atau kain kasa

Bahan yang digunakan:

+250 gram mentega tanpa garam (unsalted butter)

+2 gram bunga cannabis yang telah dikeringkan, dihancurkan secara lembut, tidak terlalu halus

Langkah Pembuatan

1. Pemanasan Air
Panaskan air dengan mesin sous vide hingga mencapai suhu sekitar 90°C. Biarkan air menjadi telaga yang siap menerima titipan rahasia.

2. Persiapan Bahan
Hancurkan cannabis secara kasar, jangan terlalu lembut agar tidak tersaring habis. Potong mentega menjadi bagian kecil agar mudah meleleh.

3. Pengemasan
Masukkan cannabis dan mentega ke dalam kantong vakum. Segel rapat seakan menjaga pusaka berharga.

4. Perendaman
Celupkan kantong tersebut ke dalam telaga air panas (Setelah suhu mencapai 80- 90°) . Pastikan ia tenggelam sempurna, tak terapung, lalu biarkan berendam dengan sabar selama 4 jam penuh.

5. Penyaringan
Setelah 4 jam, angkat kantong. Cairan mentega yang telah bersatu dengan cannabis disaring melalui kain kasa atau saringan halus. Ampasnya dibiarkan tersisih, hasil intisarinya ditampung.

6. Penyimpanan
Tuangkan mentega yang telah diinfus ke dalam wadah kaca tertutup. Simpan di dalam kulkas hingga 2 bulan, atau di dalam pembeku hingga 6 bulan.

Petuah di Penghujung

Wahai Budiman nan arif, ketahuilah bahwa pada mulanya, daun ganja yang masih perawan itu hanya menyimpan THCA (Tetrahydrocannabinolic Acid) dan CBDA (Cannabidiolic Acid). Ibarat prajurit keraton yang tidur lelap di barak, keduanya belum bisa berbuat apa-apa.

Barulah ketika api pemanasan datang melalui proses mulia bernama decarboxylation, kedua prajurit itu bangkit dengan jubah baru:

+THCA berubah menjadi THC (Tetrahydrocannabinol), sang ksatria yang membawa euforia dan tawa, terkadang membuat badan ingin menari walau gamelan tak berbunyi.

+CBDA beralih menjadi CBD (Cannabidiol), sang pujangga yang menenangkan jiwa, meredakan resah, dan memeluk tubuh dalam damai.

Tanpa proses ini, Budiman, ganja hanya akan menjadi sayuran kering tak lebih berguna dari daun jati gugur di musim kemarau.

Namun, berhati-hatilah. Janganlah sekali-kali menelan dalam jumlah berlebihan. Sebab bila terlalu banyak, bukan hanya gamelan yang terasa berbunyi, tapi bisa jadi Keris dan Blankon pun bisa di ajak bercengkrama.

Gunakanlah dengan penuh tata krama:

Sedikit saja cukup untuk menceriakan suasana.

Beri waktu tubuh memahami daya magisnya.

Nikmati manfaatnya: tidur lebih lelap, tubuh lebih rileks, pikiran lebih teduh.

Demikianlah petuah penghujung ini, semoga bermanfaat dan memberi penerangan, laksana obor kecil di jalan malam.

Tinggalkan komentar