
Sativa vs Indica: Dua Saudara Ganja dengan Karakter Berbeda
Kalau kamu pikir semua ganja itu sama saja, kayak nasi di warung tegal, kamu salah.
Ganja itu punya kepribadian sendiri, dan dua tokoh utamanya adalah Sativa dan Indica dua saudara beda gaya hidup.
—
Sativa: Si Enerjik yang Gak Bisa Diam
Sativa itu seperti anak pantai yang hobi surfing dan selalu cari matahari.
Ciri-ciri:
Tinggi ramping, daunnya panjang-panjang kayak jemuran.
Butuh waktu lama buat berbunga, cocok buat yang sabar.
Asal dari negara tropis, kayak Thailand atau Kolombia.
Aromanya ringan, fruity, kadang kayak cium lemon.
Efeknya:
Bikin otak nyala kayak lampu diskotik.
Energi naik, ngobrol ngalor-ngidul nggak ada habisnya.
Cocok buat dipakai siang hari, pas matahari lagi teriak.
Singkatnya:
> Pakai Sativa = siap jadi manusia super sibuk, minimal sibuk demo Pemerintah.
—
Indica: Si Doyan Rebahan
Indica itu kayak anak rumahan yang lebih milih peluk bantal daripada jalan-jalan.
Ciri-ciri:
Pendek dan gempal, kayak tanaman bonsai versi hardcore.
Waktu berbunga cepat, petani langsung senyum.
Asal dari daerah dingin, kayak Afghanistan.
Aromanya berat, earthy, kadang kayak bau hutan habis hujan.
Efeknya:
Bikin badan berat, sofa jadi sahabat sejati.
Relaksasi total, kadang langsung bablas tidur.
Cocok buat malam hari, setelah hari panjang penuh drama.
Singkatnya:
> Pakai Indica = siap pasrah dipeluk kasur sampai lupa mau ngapain.
—
Tapi, Sekarang ada juga Hybrid
Dunia tidak sekaku itu. Sekarang banyak strain Hybrid, hasil kawin silang Sativa dan Indica.
Efeknya? Campur-campur, tergantung dominannya mana.
Contoh hybrid populer:
Blue Dream: dominan Sativa, enak buat kerja kreatif.
Girl Scout Cookies: dominan Indica, enak buat ngemil sambil nonton drama Korea.
—
Fun Fact
Sebenarnya, klasifikasi Sativa vs Indica itu lebih tradisional daripada ilmiah.
Penelitian baru (kayak dari Dr. Ethan Russo) bilang efek ganja lebih dipengaruhi terpenes dan cannabinoid, bukan sekadar bentuk pohonnya.
Tapi ya, untuk ngobrol santai dan pilih strain cepat, pembagian Sativa-Indica masih sah-sah saja.
—
Kesimpulan
Mau energi meledak-ledak? Pilih Sativa.
Mau jadi manusia sofa? Pilih Indica.
Mau dua-duanya? Cari Hybrid yang pas.
Ingat, setiap tubuh beda. Yang bikin orang lain nari salsa, belum tentu bikin kamu joget juga.
Mulai dari sedikit, rasakan, baru tambah. Santai aja, dunia tidak akan ke mana-mana.
—
> Sumber:
Project CBD – Sativa vs Indica: What’s the Difference?
Ethan Russo, MD – Taming THC (2011)
Leafly Cannabis Encyclopedia
Medical News Today – Cannabis Strain Differences

Tinggalkan komentar